Spirit Logo Baru BUMDesa Sumber Rejeki

  1. Padi Kapas mencerminkan cita-cita BUMDesa Sumber Rejeki, yaitu terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

  2. Bintang diatas melambangkan bahwa kita tidak lepas dari Tuhan Yang Maha Esa.

  3. Huruf SR warna biru adalah singkatan dari nama Sumber Rejeki. Bentuk huruf seperti orang berdo’a mengusung pesan bahwa do’a jadi modal utama kita supaya berhasil dalam setiap usaha.

 

Penghujung tahun ini, agaknya performa BUMDesa Sumber Rejeki diprioritaskan oleh pengurusnya. Terbukti, telah disepakatinya logo baru karya Sri Wiyono yang resmi dipakai untuk BUMDesa Sumber Rejeki.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumber Rejeki Desa Gemantar dibentuk melalui musyawarah desa di awal Juni 2017. Hampir satu semester, pengurus BUMDesa Sumber Rejeki melakukan orientasi lapangan dan pemetaan potensi desa yang terdiri dari  22 RT. Bahkan, pada akhir Juli lalu, BUMDesa yang diketuai Sri Wiyono, mengirim Tri Ida Mulyani untuk mengikuti pelatihan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri. Pelatihan angkatan ke 2, yang berlokasi di Hotel Indah Palace Solo tersebut bertujuan memberikan pencerahan dan pengetahuan lebih luas bagi setiap pengurus BUM Desa. Selain itu, beberapa Perangkat Desa Gemantar juga mendapatkan kesempatan mengikuti studi banding ke salah satu BUMDesa di Kota Malang pada November lalu, dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017.

Berbekal dari beberapa pengalaman yang sudah didapat, maka pengurus BUMDesa bersama Pemerintahan Desa Gemantar, membangun komitmen dalam memajukan BUMDesa Sumber Rejeki melalui rakor pada hari Jum’at (29/12), malam. Rapat koordinasi yang dihadiri BPD tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan dalam menyusun program kerja untuk tahun 2018 mendatang. Hal mendasar yang akan segera dilakukan pengurus adalah pembenahan kantor Sekretariat BUMDesa Sumber Rejeki, yang rencananya akan bertempat satu lokasi dengan gedung Sekretariat BKM Desa Gemantar.

Dalam pengembangan BUMDesa, Kepala Desa Gemantar yang hadir pada rakor tersebut menghimbau agar sumber daya manusia di unit usaha BUMDesa disiapkan secara matang. Karena menurut Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun 2018, akan digelontorkan bantuan modal untuk BUMDesa sebesar Rp. 20 juta, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun anggaran 2018, yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Dari beberapa kesepakatan hasil rakor, ada  satu unit usaha BUMDesa yang dipastikan tahun ini bakal berjalan yaitu jasa layanan pembayaran rekening listrik, air, dan pajak kendaraan bermotor. Layanan di sektor jasa tersebut merupakan alternatif unit usaha yang sempat disodorkan Ketua BUMDesa saat memandu rakor. Bicara tentang pengembangan Badan Usaha Milik Desa, Sri Wiyono juga mengajak kepada pengurus dan masyarakat untuk mengembangkan potensi desa agar mendatangkan keuntungan dari luar desa.

Facebook Comments

gemantar-wonogiri

Desa Berinovasi Dalam Pengelolaan Website Desa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan