Menuju Pilkada Damai Dan Berkualitas Tanpa Hoax

KPU Kabupaten Wonogiri sosialisasikan kepada masyarakat untuk sukseskan Pilkada serentak tahun 2018 melalui pendidikan politik di Balai Desa Gemantar yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Wonogiri, pada hari Rabu (11/4/2018). SUYONO, S.Pd.Kim, Komisioner KPU Kabupaten Wonogiri Divisi SDM dan Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, menjadi salah satu pemateri dalam pendidikan politik yang diikuti 100 peserta dari aparatur pemerintah desa dan masyarakat Desa Gemantar.

Suyono menyampaikan materi terkait mekanisme pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018. Pilkada serentak gelombang ketiga pada 27 Juni mendatang diikuti oleh 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Untuk Pilkada serentak gelombang pertama sendiri telah dilaksanakan pada 9 Desember 2015 dan diikuti oleh 269 daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota. Sedangkan untuk Pilkada serentak gelombang kedua terlaksana pada 15 Februari 2017 yang diikuti 101 daerah yang terdiri dari 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. “Jadi jumlah totalnya ada 33 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota,” papar Suyono, dalam materinya.

Seperti yang disampaikan Suyono, bahwa selaku badan penyelenggara, keberadaan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), dan PPS (Panitia Pemungutan Suara), merupakan penyelenggara (badan adhock) di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) bertugas melaksanakan pencocokan dan penelitian Daftar Pemilih. Sedangkan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), dibentuk 1 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Terkait dengan Pilgub Jateng mendatang, untuk DPS (Daftar Pemilih Sementara) telah ditetapkan dan diumumkan pada tanggal 24 Maret hingga 2 April 2018. Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan dan diumumkan pada tanggal 29 April sampai dengan 27 Juni 2018. Dalam kesempatan yang sama, Suyono juga menghimbau kepada peserta sosialisasi pendidikan politik untuk bersama-sama mewujudkan pilkada yang berkualitas tanpa hoax. Hal senada juga disampaikan oleh Camat Selogiri, Sigit Purwanto dalam sambutanya di lokasi kegiatan yang sama. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan teknologi khususnya di bidang informasi, acap kali mmasyarakat sulit membedakan antara  berita yang benar dan bohong. Untuk itu, Camat Selogiri mengajak kepada masyarakatnya agar berhati-hati dalam mengkonsumsi informasi agar tidak terkena masalah terkait UU ITE.

Facebook Comments

gemantar-wonogiri

Desa Berinovasi Dalam Pengelolaan Website Desa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan