Lele Berpita Jadi Rebutan Warga

Aksi ratusan warga dikubangan lumpur menyedot perhatian warga yang melintas di ruas jalan penghubung Desa Gemantar – Desa Sendangijo. Diatas sawah berlumpur ukuran 10 x 20 meter tersebut, warga Dusun Bakalan beradu ketrampilan menangkap ikan lele. Ratusan lele ukuran sedang jadi rebutan peserta lomba menangkap lele yang diselenggarakan Aremba (Angkatan Remaja Bakalan), pada hari Minggu (12/8/2018), sore.

Ratusan peserta sedang beradu ketangkasan dalam menangkap lele.

Kegiatan serupa pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Hanya saja, ada sedikit perbedaan yang membuat lomba menangkap lele tahun ini terasa lebih menarik. Sebelum dimulainya lomba, panitia telah mewanti-wanti peserta, bahwa ada hadiah khusus bagi peserta yang bisa menagkap lele berpita.

Peserta yang mendapatkan lele dengan pita merah disiripnya maka berhak mendapatkan uang Rp. 10 ribu. Jika pita berwarna orange, maka peserta bisa menukar dengan uang Rp. 50 ribu. Dari sekian lele berpita, warna merah putih memiliki nilai hadiah yang paling tinggi, yaitu kompor gas.

Seakan tak mau ketinggalan aksinya, sejumlah anak-anak juga nampak berada ditengah-tengah peserta lomba tangkap lele.

Selain lele berpita, hadiah juga ditentukan dari ukuran lele terbesar dan hasil perolehan tangkapan lele terbanyak. Hal yang menarik dari pemandangan sore itu adalah banyaknya anak-anak dan kaum perempuan yang mengikuti lomba. Seakan tak mau kalah dengan peserta lainnya, mereka pun berusaha menunjukkan aksi terbaiknya dalam menangkap lele.

Ngatini (kiri), harus merelakan lele hasil tangkapannya karena terlepas lagi dari tanganya.

Ketegangan mulai terasa di sepuluh menit terakhir menjelang berakhirnya lomba. Peserta saling berebut sisa lele yang ada dikubangan lumpur sedalam ± 30 cm. Berakhirnya lomba tangkap lele, warga memanfaatkan media lumpur tersebut untuk beradu kekuatan dalam lomba tarik tambang.

Regu tarik tambang kelompok perempuan dari RT 002 (kiri), saat bertemu dengan kelompok RT 001 di lomba tarik tambang.

Lomba dibagi dalam dua kelompok, terdiri dari kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Untuk juaranya, kelompok perempuan dimenangkan dari RT 003. Juara 2 dari RT 002, sedangkan juara 3 dari RT 001. Sayangnya, untuk kelompok laki-laki nilainya sama (draw). Panitia yang diketuai Yuli Setyawan terpaksa menyudahi lomba untuk kelompok laki-laki karena peserta merasa kelelahan.

Regu tarik tambang RT 001, melakukan foto bersama usai mengikuti lomba.

Facebook Comments

gemantar-wonogiri

Desa Berinovasi Dalam Pengelolaan Website Desa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan