Keren, 116 Desa Pilot Project di Jawa Tengah Dapat Pelatihan Jurnalis

Dewasa ini, media online menjadi primadona publik dalam mengakses informasi. Selain praktis, masyarakat juga bisa menentukan sendiri terkait informasi yang dicari. Pemanfaatan media online tidak hanya berkutat dikalangan tertentu saja. Namun, desa yang identik dengan media konvensional, kini telah bermetamorfosis dalam bermedia.

Pemerintah Provinsi  Jawa Tengah, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil terus mendorong pengembangan SID (Sistem Informasi Desa). Mengingat, SID digadang mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Baik dalam bentuk basis data maupun informasi seputar kegiatan desa. Keterpihakan Pemprov Jateng terhadap SID dibuktikan dengan adanya pelatihan bagi 116 desa pilot project.

Saat ini, Dispermadesdukcapil tengah membekali  desa pilot project melalui  pelatihan jurnalis desa bagi aparat kabupaten dan desa pilot project di Jawa Tengah, Selasa (14/8). Pelatihan yang dijadwalkan selama 2 hari tersebut bertempat di Krypton Ballroom Hotel NEO Candi Semarang. Langkah ini diambil agar operator website desa mampu menyajikan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

Usai pelatihan, desa diharapkan piawai dalam meracik berita supaya lebih menarik. Mengingat, selama ini berita masih dianggap sebagai informasi yang tidak penting dan kurang menarik untuk dijual ke khalayak. Untuk itu, praktisi media Suara Merdeka, Agus Widyanto, menghimbau kepada seluruh peserta pelatihan untuk menguji isi konten berita sebelum diunggah ke website desa.

“Supaya tidak sia-sia dalam membuat berita di web desa, mari kita uji isi berita terlebih dahulu,” ujar Agus, salah satu narasumber pada pelatihan jurnalis desa di Hotel NEO Candi Semarang, pada hari Selasa (14/8), malam.

Menurutnya, konten berita bisa diuji dengan news value. Melihat seberapa pentingnya berita yang akan disajikan (significance), merupakan tahapan utama dalam menguji isi berita. Penting yang dimaksud adalah kejadian yang berkemungkinan mempengaruhi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang mempunyai akibat terhadap kehidupan pembaca.

Agus Widyanto (kanan), saat menyampaikan materi teori dan praktikum membuat berita desa.

Kedua, berita bisa diuji dengan mengamati kejadian yang menyangkut angka-angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang berakibat yang bisa dijumlahkan dalam angka yang menarik buat pembaca (magnitude).

Waktu kejadian dan kedekatan yang bersifat geografis atau emosional juga menjadi pertimbangan penting dari sebuah konten. Selain itu, melampirkan hal yang sangat dikenal oleh pembaca dan relevan dengan isi berita juga dirasa perlu dalam menyajikan berita.

Hal yang wajib diperhatikan dalam menulis berita adalah Human Interest (manusiawi), yaitu kejadian yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa.

Facebook Comments

gemantar-wonogiri

Desa Berinovasi Dalam Pengelolaan Website Desa

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan