Fokus Terhadap Dua Hal Besar Di Penghujung Tahun

Ibnu Purwanto 02 Desember 2017 14:39:43 WIB

Foto : Ibnu / gemantar.desa.id

Satya Graha (kiri), usai kegiatan fasilitasi penyusunan APBDesa di Ruang Gajah Mungkur Setda Kabupaten Wonogiri.

 

Dinas PMD Kabupaten Wonogiri berharap agar penyusunan APBDesa di masing-masing desa rampung di akhir tahun ini, sehingga pada Januari 2018 semua kegiatan di desa bisa berjalan lancar. Guna percepatan penyusunan APBDesa, maka Dinas PMD menggandeng Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (P3MD) Kabupaten Wonogiri dalam kegiatan fasilitasi penyusunan APBDesa tahun 2018.

Menyinggung soal percepatan penyusunan APBDesa 2018, Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (P3MD) Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, mengatakan bahwa tahun 2018 adalah tahun ke  empat pelaksanaan Undang-Undang Desa. Untuk itu, desa dirasa sudah cakap dan semakin terlatih dalam pengeloalaan APBDesa. “Setiap tahun pasti akan ada pembelajaran baru, jadi semakin lama pasti semakin hafal soal pembuatan SPP, SPJ. Pendamping desa teknik juga sudah ada, kemarin juga ada pelatihan penyusunan RAB infrastruktur,” papar Satya Graha, dihadapan peserta kegiatan, di Ruang Gajah Mungkur Setda Kabupaten Wonogiri, Rabu (29/11/2017).

Tak hanya itu, guna menunjang percepatan penyusunan APBDesa, P3MD juga fokus dalam pendampingan desa terhadap dua hal besar dipenghujung tahun ini yaitu, penyelesaian RAB dan SPJ tahun 2017 juga perencanaan tahun 2018 yang mencakup RAB detail. “Kami kemarin sudah menginformasikan kepada kawan-kawan dilapangan supaya fokus kerja pendampingan, karena di akhir tahun ini ada dua hal besar, yaitu fokus penyelesaian 2017 dan fokus kedua  adalah Perencanaan 2018, mencakup RAB detail,” tandas pria yang bertubuh tegap itu.

Kemudian, lanjut Satya, untuk urusan administrasi dalam pelaksanaan APBDesa mendatang, 251 desa di Wonogiri akan menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Keberadaan aplikasi ini diyakini bisa membantu pekerjaan bendahara desa dan sekretaris desa hingga 60%.

Agar desa tidak terjebak dalam hal-hal administratif, Satya menghimbau supaya desa memiliki terobosan untuk inovasi desa. “Kita perlu ada terobosan-terobosan lain supaya kita punya mimpi besar yang bisa dilakukan oleh desa,” imbuh Satya. Pihaknya juga menuturkan ihwal Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) model baru yang sudah dicoba oleh Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, dengan menghadirkan kelompok pemuda, kelompok tani, kelompok masyarakat pelaku ekonomi, dan kelompok perempuan dalam musyawarah tahunan tersebut. Hal ini terbukti bisa meningkatkan partisipasi masyarakat, sehingga legitimasi masyarakat terhadap pemerintah desa juga berlipat. Keberhasilan Musrenbangdes tentu akan berpengaruh terhadap arah kebijakan penyusunan APBDesa.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Video Profil Desa Gemantar

Profil Desa Gemantar HTML (EMBED)

Lokasi Desa Gemantar

Lokasi Desa Gemantar (EMBED)

Link Terkait

Lokasi GEMANTAR

tampilkan dalam peta lebih besar